5 Penyebab Anak Tidak Percaya Diri, Bisa Jadi Karena Orangtua Sering Lakukan Hal Ini

Jeanne Pita W
Selasa 24 Oktober 2023, 14:46 WIB
5 Penyebab Anak Tidak Percaya Diri (Sumber : Freepik)

5 Penyebab Anak Tidak Percaya Diri (Sumber : Freepik)

INFOSEMARANG.COM -- Apakah anak Anda kurang percaya diri?

Bukan karena faktor genetik atau karakternya, namun ternyata hal itu bisa dipengaruhi dari apa yang dilakukan orangtua pada anak.

Beberapa faktor penyebab anak jadi tidak percaya diri diantaranya sebagai berikut.

Baca Juga: Penanganannya Berbeda, Ini Penjelasan GERD dan Asam Lambung yang Sering Dikira Sama

1. Sering memarahi anak

Salah satu hal yang bisa membuat anak jadi tidak percaya diri yakni karena kebiasaan orangtua yang sering memarahi anak.

Kebiasaan memarahi ini dapat membuat anak selalu merasa ada yang salah.

Apalagi jika orangtua pernah memarahi anak di depan umum atau di ruang publik.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Kandas! Jisoo BLACKPINK dan Ahn Bo Hyun Putus, Terungkap Ini Penyebabnya

Hal ini akan membuat anak semakin malu dan tertekan.

Memarahi tidak selalu menjadi cara yang tepat untuk memperbaiki sikap anak yang salah.

2. Sering diremehkan

Bisa jadi orangtua bermaksud untuk memberikan motivasi agar anak mau lebih berusaha.

Baca Juga: Wisata Baru! Kemarau Panjang Munculkan Sabana di Rawa Pening Semarang

Namun sayangnya jika dilakukan dengan cara meremhkan ini justru malah membuat kondisi psikologis anak semakin buruk.

Apalagi jika dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang.

Kebiasan meremehkan apalagi tanpa pernah memuji anak bisa membuat anak menjadi pribadi yang minder.

3. Sering dilarang

Jika orangtua terlalu sering memberi larangan demi larangan pada anak, lama kelamaan anak akan tersugesti untuk tidak melakukan apapun karena takut dilarang.

Munculnya sugesti negatif ini akan membuat anak menjadi kurang percaya diri.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di Piala Dunia U 17 2023, 3 Laga Digelar di Surabaya

4. Pengaruh orangtua yang kurang percaya diri

Perilaku orangtua yang kurang percaya diri ternyata juga dapat berpengaruh pada anak.

Sehingga orangtua juga perlu untuk berusaha mengubah ketidakpercayaan dirinya.

Jangan sampai anak malah mengikuti sifat orangtua yang malu-malu, karena sikap ini bisa berdampak padanya saat sedang berada di luar rumah.

Jika orangtua bisa tampil lebih percaya diri, anak pun nantinya akan melihat dan mencontoh kepribadian orangtuanya.

Baca Juga: 10 Keinginan Anak yang Tak Pernah Terucap, Orangtua Harus Paham

5. Melihat kekurangan pada dirinya

Setiap orang tentu memiliki kekurangan dan kelebihan, termasuk anak.

Kekurangan yang dimiliki anak ini cenderung karena membandingkannya dengan anak lain.

Untuk membuat anak jadi percaya diri, orangtua perlu untuk membantu anak berfokus pada kelebihan yang dimilikinya.

Dapat disimpulkan pula bahwa peran orangtua dalam membangun rasa percaya diri pada anak memiliki peran yang sangat besar, sehingga nantinya anak akan dapat tumbuh dengan percaya diri di kemudian hari. ***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)