Suami Tak Kerja dan Cuma Numpang Hidup ke Istri Terbukti Rawan Selingkuh, Kenali Ciri-cirinya

Noorchasanah Anastasia
Rabu 05 Juli 2023, 14:27 WIB
Han So Hee dalam drama Korea The World of Marriage. (Sumber : VIU)

Han So Hee dalam drama Korea The World of Marriage. (Sumber : VIU)

Pria yang hidup menumpang istrinya yang secara finansial lebih mapan cenderung rawan berselingkuh, hanya karena merasa harga dirinya jatuh di hadapan istri.

INFOSEMARANG.COM - Seorang suami yang hidupnya menumpang istri secara finansial dinilai rawan berselingkuh dengan perempuan lain.

Dikutip InfoSemarang.com dari YouBeauty, para peneliti menyebut jika ada kemungkinan 15 persen para suami yang tak bekerja ini memilih untuk berselingkuh.

Dari penelitian berjudul "Her Support, His Support: Money, Masculinity, and Marital Infidelity", pria yang tak bekerja ini merasa terancam dengan nasib istrinya yang berpenghasilan lebih tinggi.

Sehingga secara naluri ia ingin menjauhkan diri dan mungkin berkeinginan untuk menghukum pasangannya yang lebih sukses secara karier.

Baca Juga: Fakta-fakta Klarifikasi Rendy Kjaernett: Tak Bantah Selingkuh hingga Ungkap soal Tato Wajah Si Perempuan

Terlebih jika istri dianggap 'gila bekerja' sehingga menganggap posisi suami seperti tidak ada di sampingnya.

Pada dasarnya, seorang suami memiliki dominasi kuat kepada perempuan.

Namun dalam posisi ini, mereka dipaksa untuk bergantung kepada istri karena tak tahu harus berbuat apa lagi.

Soal kasus suami menumpang hidup kepada istri ini pun menuai pro dan kontra untuk masyarakat Indonesia.

Seperti dalam kutipan netizen di Quora, sebagian menganggap hal seperti ini sah-sah saja.

Lantaran suami yang ada di rumah juga memiliki tanggung jawab berat untuk mengurus rumah.

Pekerjaan rumah tentu tak mudah untuk dilakukan seorang diri bukan?

Baca Juga: Selebgram Hanum Mega Bongkar Perselingkuhan Suaminya dengan Adik Kelas, Ada Chat Mesra hingga Bahas Aborsi

Begini tanggapan Krisna Utari, seorang ibu rumah tangga yang membagikan pendapatnya di laman Quora:

Menurut saya pribadi, istri yang menjadi tulang punggung keluarga adalah sah-sah saja.

Ada keadaan yang membuat si istri yang harus maju bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara ekonomi. Tergantung kesepakatan juga. Selalu ada pilihan yang mestinya dihormati.

Karena budaya kita yang rata-rata orang berpendapat bahwa suamilah yang harus mencari nafkah, diperlukan sedikit sandiwara menempatkan posisi suami agar tidak dipandang sebelah mata. Kerjasama suami juga diperlukan untuk melindungi istrinya dari tuntutan yang kadang datang dari mertua.

Si suami dirumah juga melakukan pekerjaan yang tidak mudah.

Kerjasama dan komunikasi yang baik memegang peranan yang sangat penting.

Semoga bermanfaat.

Berbeda dengan Eriyani yang mengaku tidak bisa jika harus bertemu dengan seorang pria yang belum mapan secara finansial.

"Saya bener-bener ilfeel dengan laki-laki seperti ini. Beberapa kali saya menemukan laki-laki seperti ini, sungguh gak habis pikir, kok bisa," tulisnya di laman Quora.

***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)