Mengintip Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga, Arsitektur Mirip Kelenteng

Ali Rahmat
Senin 18 Maret 2024, 08:57 WIB
Mengintip Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga, Arsitektur Mirip Kelenteng (Sumber:  | Foto: Diskominfo Jateng)

Mengintip Masjid Muhammad Cheng Hoo Purbalingga, Arsitektur Mirip Kelenteng (Sumber: | Foto: Diskominfo Jateng)

INFOSEMARANG.COM--Masjid Cheng Hoo yang berada di Kabupaten Purbalingga tampak seperti kelenteng. Makanya, banyak orang mengira bangunan itu bukan masjid. Ingin tahu keunikannya?

Nama asli Masjid Cheng Hoo ini adalah Masjid Jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo. PITI merupakan akronim dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Lokasinya di Desa Selanggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Bangunan tersebut berada di tepi jalan raya Purbalingga-Bobotsari, atau di samping tempat istirahat (rest area) wilayah Bobotsari. Bagi masyarakat yang belum tahu, tak sedikit yang mengira itu bukanlah bangunan masjid. Sebab, bangunan mirip kelenteng, yaitu bangunan untuk tempat memuja (berdoa, bersembahyang) dan melakukan upacara keagamaan bagi penganut Konghucu.

Menurut Ketua Takmir Masjid Jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo, Mochamad Nur Faizin, warga yang jarang melintasi jalan tersebut dan mampir, kerap tidak tahu jika bangunan tersebut adalah masjid.

“Orang yang jarang ke sini tahunya bukan masjid, tapi setelah melihat di atas itu ada tulisan (lafal) Allah, baru orang berpikir, ini berarti masjid,” kata Faizin, ditemui di masjid tersebut, beberapa hari lalu.

Warna pada bangunan masjid tersebut juga didominasi merah, warna dominan yang kerap ditemui di bangunan kelenteng.

Faizin menjelaskan, filosofi dari warna merah pada masjid adalah keberanian.

“Kita harus berani berkorban. Harus berani berbuat, tapi dengan catatan, berbuat baik,” ucapnya.

Faizin mengatakan, setelah masyarakat tahu, banyak yang datang ke masjid, terutama untuk salat. Mereka yang semula penasaran, kini menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi berhenti, terutama para pengguna jalan. Masjid itu terbuka untuk umum dari berbagai kalangan umat Islam.

Dia menuturkan sekilas tentang bangunan masjid. Masjid baru diresmikan pada 2011. Setelah dibangun pada 2005. Adapun, inisiator pembangunan masjid tersebut adalah seorang mualaf asli Bobotsari, Purbalingga, bernama Hery Susetyo yang merupakan anggota PITI.

Pengerjaan masjid yang sebelumnya mandek, berhasil dilanjutkan setelah adanya peran serta dari pihak swasta, yaitu Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa). Kini, masjid telah berdiri kokoh dan megah.

“Masjid kan yang didirikan mualaf jadi ingin mendirikan masjid yang beda dengan yang lain. Uniklah. Mungkin yang lain bentuknya biasa. Kalau di sini satu-satunya masjid di Purbalingga yang (bisa dibilang) paling unik,” tuturnya.

Dari catatan takmir, masjid semula bernama Masjid PITI An Naba. Dengan lokasi bangunan seluas 750 meter persegi yang berasal dari tanah wakaf seluas 560 meter persegi, dan tanah milik PITI seluas 190 meter persegi. Masjid pun berubah nama guna mengenang jasa seorang pelaut Tiongkok yang beragama Islam, Cheng Hoo.

Pantauan di lokasi, masjid sering dipenuhi pengguna jalan yang tengah memanfaatkan waktu istirahatnya untuk salat. Terutama, ketika sudah masuk waktu salat. Tidak sedikit dari mereka yang senang dengan desain bangunan masjid ini.

Seorang warga yang ditemui tengah memanfaatkan masjid sebagai tempat salat dan beristirahat, Ali Roidul Maknun, mengaku berkesan dengan Masjid Cheng Hoo Purbalingga ini. Ia yang tengah menempuh perjalanan dari Kabupaten Cilacap ke Kabupaten Batang, kerap menyempatkan diri mampir ke masjid.

“Kalau saya sering lewat sini, kebetulan tempatnya strategis. Tempatnya bisa untuk salat, bisa untuk (mampir) makan, bisa untuk istirahat. Tempatnya enak dan unik. Keunikannya dari segi bangunan yang beda dengan yang lain yang biasanya bergaya timur tengah. Kalau ini kan lebih ke Tionghoa ya,” ungkap Ali.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Olahraga18 April 2024, 15:34 WIB

Komitmen Dukung PSIS, Pemkot Semarang Fasilitasi Tim Mahesa Jenar Kembali Latihan di Stadion Citarum

Hal tersebut sebagai upaya mendukung tim kebanggan warga Kota Semarang agar mampu berprestasi di kancah Liga 1 2023/2024.
Stadion Citarum Semarang. (Sumber: )
Pendidikan17 April 2024, 19:19 WIB

Pererat Silaturahmi, FUHUM UIN Walisongo Semarang Gelar Halal Bi Halal

Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo menggelar Halal bi Halal civitas akademika pada Rabu, 17 April 2024.
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo menggelar Halal bi Halal. (Sumber:  | Foto: dok Humas FUHUM UIN Walisongo Semarang.)
Semarang Raya17 April 2024, 13:43 WIB

Awal Mula Tradisi Kupat Jembut yang Hanya Ada di Semarang, Selalu Digelar Setelah Lebaran

Warga Pedurungan Semarang menggelar Kupat Jembut Semarang sebagai tradisi Syawalan usai Lebaran.
Kupat Jembut tradisi Syawalan di Pedurungan Kota Semarang. (Sumber:  | Foto: istimewa/Halosemarang.)
Umum17 April 2024, 13:18 WIB

Potongan Tarif 20 Persen Arus Balik dari Semarang Menuju Jakarta Mulai Berlaku Hari Ini

Bagi masyarakat yang belum kembali ke Jabotabek dapat memanfaatkan potongan tarif tol 20% untuk semua golongan kendaraan.
Arus balik menuju Jakarta. (Sumber:  | Foto: dok Jasa Marga.)
Umum17 April 2024, 13:12 WIB

Besok Kemenag Berangkatkan 20 Bus dari Semarang untuk Program Balik Gratis

Program Balik Gratis ini merupakan inisiasi Menag Yaqut Cholil Qoumas guna memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kantor Kemenag RI. (Sumber: simpatika.kemenag.go.id)
Semarang Raya17 April 2024, 09:10 WIB

Pelaksanaan Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Jateng Lancar

Pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2024 di wilayah Jawa Tengah berjalan dengan lancar
 (Sumber: )
Semarang Raya16 April 2024, 21:48 WIB

Jumlah Wisatawan di Kota Semarang Saat Libur Lebaran Tertinggi se-Jateng, Kota Lama Favorit

Lonjakan wisatawan tersebut tertinggi di Jateng dengan angka mencapai 340 persen.
Kota Lama Semarang (Sumber:  | Foto: https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/destinasi-wisata/kota-lama-semarang)
Semarang Raya16 April 2024, 14:59 WIB

Tegas! Tak Ada WFH, ASN Pemkot Semarang Yang Bolos Kena Sanksi Potong TPP 15 Persen

Pemkot Semarang tidak memberlakukan Work From Home (WFH), bahkan memberikan sanksi berupa pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) jika didapati ada yang membolos.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
 (Sumber:  | Foto: dok )
Semarang Raya16 April 2024, 14:29 WIB

Wali Kota Semarang Apresiasi Petugas Lapangan yang Tidak Libur saat Lebaran

Mbak Ita mengapresiasi para petugas lapangan yang memilih tak libur dan merayakan Lebaran.

Wali Kota Semarang memberikan penghargaan kepada petugas lapangan yang tetap bekerja selama libur Idul Fitri.
 (Sumber:  | Foto: dok Humas Pemkot.)
Umum16 April 2024, 11:53 WIB

Hari Pertama Kerja Setelah Cuti Lebaran, Pj Gubernur Jateng Cek Kehadiran ASN, Hasilnya...

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan apel bersama di halaman Kantor Gubernur setempat, pada Selasa, 16 April 2024 pagi.
Pj Guberbur Jateng Nana Sudjana memimpin apel bersama di halaman Kantor Gubernur, Selasa, 16 April 2024 pagi. (Sumber:  | Foto: dok Humas Jateng.)