Sukses Raup Untung Rp4 Miliar Per Tahun, Begini Kisah Inspiratif Pria Resign dari PNS Demi Usaha Sotong

Arendya Nariswari
Sabtu 16 September 2023, 10:00 WIB
Sukses Raup Untung Rp4 Miliar Per Tahun, Begini Kisah Inspiratif Pria Resign dari PNS Demi Usaha Sotong (Sumber : YouTube/Naik Kelas)

Sukses Raup Untung Rp4 Miliar Per Tahun, Begini Kisah Inspiratif Pria Resign dari PNS Demi Usaha Sotong (Sumber : YouTube/Naik Kelas)

INFOSEMARANG.COM - PNS menjadi salah satu profesi yang diidam-idamkan banyak orang. Tapi apa jadinya, jika seorang pria nekat keluar dari pekerjaan awalnya sebagai PNS demi sotong dan tahu bulat?

Ialah Dodi Effendi, pria yang memiliki pendapatan mencapai Rp4 miliar dari usaha sotong dan tahu bulat miliknya.

Berkat ketekunannya, kekinian ia menjadi salah satu pengusaha sotong dan juga tahu bulat sukses.

Baca Juga: PRAKTIS! Cara Buat Pas Foto dengan AI Untuk Daftar CPNS 2023

Dipantau dari akun YouTube Naik Kelas, Dodi ternyata pada tahun 2014 lalu masih menjadi seorang PNS dan masih fokus pada pekerjaan utama itu.

Ia mengaku jika sudah menyukai wirausaha sejak dirinya masih mengemban pendidikan di perkuliahan.

Usai mengikuti sebuah kajian dan mendengar pembahasan soal kewirausahaan dari seorang uztaz.

Dodi lantas terinspirasi untuk terus berdagang dan memang dirinya tertarik serta sudah merintis usaha kecil-kecilan khususnya pada produksi tahu.

Baca Juga: Resmi! Catat Aturan Terbaru Ambang Batas SKD CPNS 2023

Sebab ia masih berstatus PNS, Dodi lantas merasa kurang fokus dan memilih untuk resign.

Di tahun 2014 akhirnya Dodi berhenti dari profesi PNS nya dan memilih untuk menekuni usahanya yakni tahu bulat.

Ia membuat bahan setengah jadi untuk tahu bulat dibantu oleh rekan-rekannya.

Seiring berjalannya waktu permintaan semakin meningkat, ia bahkan bisa menghabiskan 2 ton kedelai dalam waktu singkat.

Baca Juga: CATAT! Begini Cara Buat Surat Keterangan Bebas Narkoba, Dokumen Wajib Daftar CPNS Kejaksaan

Sebanyak 200-250 tahu bulat akhirnya dijual ke sejumlah wilayah Sumatera dan juga Jawa.

Tak selamanya berjalan mulus, Dodi juga bercerita mengenai kisah jatuh bangun dan pernah mengalami kegagalan.

"Jadi setiap hari tahu terus diproduksi tapi kita punya hutang ke supplier dan lain-lain sampai mikir gimana ni hutang kita ratusan juta. Order ada. Uangnya ga ada,"

Kualitas tahu bulat juga sempat menurun sebab ia memaksakan produksi dan juga kurangnya pengawasan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Religi Makam Wali Penyebar Islam di Semarang, Salah Satunya Paling Terkenal..

"Maka solusinya harus diseleksi lagi nih secara ketat. Karena kita butuh mereka, harus sebaik-baiknya komunikasi. Dipilihkan yang kira-kira layak, yang masih nermitra hutangnya gede ditegur, ditagih, mulai ga dikasih barang. Ada yang sadar, ada yang malah kabur," imbuhnya.

Berkat disiplin kembali dan tegas dalam produksi, akhirnya usaha tahu bulat milik Dodi kembali berjalan lancar hingga meraih untung per tahun bernilai fantastis.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)