Geger Emak-emak Putar Balik di Jalan Tol, Nekat Geser Pagar Pembatas saat Naik Mobil Pajero

Arendya Nariswari
Jumat 08 September 2023, 10:49 WIB
Geger Emak-emak Putar Balik di Jalan Tol, Nekat Geser Pagar Pembatas saat Naik Mobil Pajero (Sumber : Instagram/@promopalembang)

Geger Emak-emak Putar Balik di Jalan Tol, Nekat Geser Pagar Pembatas saat Naik Mobil Pajero (Sumber : Instagram/@promopalembang)

INFOSEMARANG.COM - Video emak-emak putar balik di jalan tol belum lama ini membuat publik geger bukan main.

Pasalnya, sebelum putar balik emak-emak ini sempat menggeser pembatas jalan berwarna oranye dan tak mengembalikannya ke tempat semula.

Padahal seperti kita ketahui, jalan tol merupakan jalur bebas hambatan di mana kendaraan mobil berkecepatan tinggi melintas.

Baca Juga: Momen Mobil Polisi Dimaki Petugas Lain saat Terobos Rombongan KTT ASEAN

Bukan hanya itu saja, akses putar balik di jalan tol juga sebenarnya tak dibenarkan kecuali petugas.

Oleh karenanya, aksi ibu-ibu putar balik di tol tersebut membuat publik gempar.

Dari video viral yang diunggah oleh akun Instagram @promopalembang itu, tampak beberapa orang ibu-ibu turun dari sebuah mobil Pajero Sport warna hitam.

Dengan santai mereka lantas menggeser pagar pembatas dan mengarahkan mobil ke arah berlawanan.

Baca Juga: Momen Ganjar Pranowo Tinggalkan Rumah Dinas Gubernur Jateng, Setir Mobil Sendiri

Setelah berhasil menggeser pagar pembatas, beberapa orang emak-emak tadi dengan berani menyebrang jalan tol dan kembali naik mobil Pajero yang mereka tumpangi.

"Ras terkuat di muka bumi muter balik jalan tol. Lokasi kejadian di tol Indralaya-Palembang," tulis keterangan caption pada video yang diunggah akun Instagram @promopalembang itu.

Pria yang kebetulan sedang berada tak jauh dari lokasi sempat meneriaki ibu-ibu tersebut sambil terus merekam aksi mereka.

Baca Juga: Kecelakaan Motor dan Mobil di Depan Poltekes Semarang Senin 4 September 2023

"Woi bu, nggak boleh kayak gitu hei.. bukan emak aku itu, astaghfirullah," teriak perekam video dan warga lain bersorak.

"Mak siapo ini min, nggak ditutup pula (pembatas jalan)," imbuhnya.

Menyaksikan aksi tak terduga itu, tidak sedikit warganet lantas beramai-ramai memberikan berbagai tanggapan mereka melalui kolom komentar.

"Biarin aja dia puter balik, selain ketangkep kamera. Nanti di pintu tol dia kena denda tarif mahal. Penasaran ibu ini pas bayar syok nggak ya," ungkap salahs eorang warganet penasaran.

Baca Juga: Atasi Polusi, Walikota Depok Wajibkan Pengendara Motor Harus Berdua dan Mobil Minimal Bertiga, Warganet: Mekanisme Kontrolnya Gimana?

"Bukan mitos, Pa**** sama F*** (merek mobil) bikin otak owener tersedot nggak bersisa," imbuh warganet lain.

"Ras terkuat ditambah mobilnya yang suka sombong di jalan, klop," timpal warganet lainnya.

"Aduh, mobil doang yang bagus otaknya kagak,"ungkap warganet lain.

Sampai dengan artikel ini ditulis, video emak-emak putar balik di jalan tol tersebut telah viral dan ditonton ribuan kali oleh warganet. Bagaimana menurut pendapat kalian?

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)