Peta Politik di Semarang; Partai Pendukung Koalisi Semarang Maju Berpotensi Bertambah

Sakti Setiawan
Jumat 02 Agustus 2024, 11:22 WIB
Deklarasi Partai Pendukung Koalisi Indonesia Maju. (Sumber:  | Foto: sakti)

Deklarasi Partai Pendukung Koalisi Indonesia Maju. (Sumber: | Foto: sakti)

SEMARANG, INFOSEMARANG.COM - Pengamat Politik UIN Walisongo Semarang Dr M Kholidul Adib menyoroti peta politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang 2024.

Menurut Dosen UIN itu, baru ada satu sosok yang bisa memastikan maju dalam kontestasi Pilwakot Semarang. Ia adalah Politisi Partai Demokrat, Yoyok Sukawi.

Diketahui, Yoyok Sukawi diusung koalisi Partai Demokrat (6 kursi), PKS (6 kursi), PKB (5 kursi), PAN (1 kursi), Nasdem (1 kursi) dan PPP (1 kursi) total 20 kursi DPRD Kota Semarang.

"Namun untuk calon wakil walikota koalisi 6 partai ini belum menentukan sosok siapa yang akan disandingkan dengan Yoyok Sukawi, walau PKB minta wakil tetapi Yoyok masih melihat perkembangan peta," ucap Pengamat Politik asal UIN tersebut saat dikonfirmasi Jumat 2 Juli 2024.

Ia pun menyebut, partai di Koalisi Semarang Maju (KSM) yang mendukung Anggota DPR RI tersebut berpotensi bertambah.

Maka jika Gerindra ikut gabung dengan KSM total kursi koalisi pengusung Yoyok akan menjadi 27 kursi DPRD Kota Semarang, dan menyisakan PDI Perjuangan, Golkar hingga PSI.

Apalagi secara politik, menurut Adip, keberadaan Yoyok Sukawi sebagai kader Partai Demokrat yang juga bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM). Hal itu pastinya bisa diterima langsung oleh Prabowo Subianto.

"Jika koalisi ini terwujud maka akan mengancam Dico yang baru mendapat dukungan dari Partai Golkar (4 kursi) dan kemungkinan PSI (5 kursi) total baru dapat 9 kursi sehingga belum bisa mengusung calon walikota Semarang," ujar Adib.

Namun, lanjut Adib, jika ajakan Yoyok Sukawi kepada Gerindra gagal, maka Bupati Kendal Dico Ganinduto masih punya peluang mengajak koalisi Gerindra.

"Namun jika Gerindra tidak mau dengan Dico, nasib Dico diujung tanduk dan sulit untuk mendaftar ke KPU," ucapnya

Koalisi Gemuk di KSM

Adib mengungkap, koalisi gemuk berpotensi terjadi di kubu yang mengusung Yoyok Sukawi. Apalagi jika Partai Gerindra resmi bergabung.

"Jika ini terjadi maka total partai yang akan mengusung Yoyok menjadi 36 kursi. Mereka akan menyisakan PDIP (14 kursi) untuk mengusung jagonya sendiri yang hingga sekarang belum diumumkan. Walhasil jika analisa ini terjadi maka Pilwalkot Semarang hanya akan diikuti dua pasang calon saja dimana Yoyok Sukawi yang diusung KIM plus (PKS, PKB, PPP dan Nasdem) versus calon dari PDIP," ucapnya.

"Dengan Bahasa lain PDIP akan dikeroyok oleh semua partai di Kota Semarang. Jika situasi tersebut terjadi maka Dico akan kembali ke Kendal," ujar Kholidul Adib. ***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)
Umum24 Februari 2026, 11:42 WIB

Kabar Baik Ramadan 2026! Tiket Pesawat Diskon 18%, Bantuan Beras untuk 35 Juta Keluarga

Pemerintah luncurkan stimulus Ramadan 2026: diskon tiket pesawat 18%, bantuan pangan untuk 35 juta keluarga, subsidi pupuk dan energi demi pertumbuhan 6%.
Kabar Baik Jelang Ramadan 2026! Tiket Pesawat Diskon 18%, 35 Juta Keluarga Dapat Bantuan (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)
Bisnis23 Februari 2026, 13:26 WIB

Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja yang solid pada awal 2026, perkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Bisnis18 Februari 2026, 12:42 WIB

Laba Moncer dan Fundamental Solid, Analis Pasang Target Harga Tinggi untuk Saham BMRI

Bank Mandiri terus menjaga disiplin pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Bank Mandiri. (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya16 Februari 2026, 20:00 WIB

Rayakan Imlek 2577 di Sam Poo Kong, Wali Kota Agustina Tegaskan Harmoni Jadi Kekuatan Kota

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perayaan Imlek menjadi simbol kuat harmoni dan keberagaman di Kota Semarang.
 (Sumber: )
Semarang Raya16 Februari 2026, 14:01 WIB

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir di Rowosari dan Meteseh, Tembalang

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat menangani banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dini hari.
 (Sumber: )
Semarang Raya15 Februari 2026, 17:02 WIB

Kunjungan Wapres ke Kota Semarang Jadi Penguat Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

Kedatangan Gibran disambut antusias masyarakat, pengurus klenteng, tokoh agama, serta pelaku usaha di kawasan wisata tersebut.
 (Sumber: )