Muncul di Google Doodle Hari Ini, Apa Saja Manfaat Makan Papeda untuk Kesehatan?

Arendya Nariswari
Jumat 20 Oktober 2023, 21:00 WIB
Papeda, kuliner khas Maluku hari ini ada di Google Doodle (Sumber : Tangkapan layar Google)

Papeda, kuliner khas Maluku hari ini ada di Google Doodle (Sumber : Tangkapan layar Google)

INFOSEMARANG.COM - Hari ini, Google Doodle seperti kita ketahui menampilkan ilustrasi gambar dari makanan khas Maluku yakni papeda.

Papeda adalah makanan khas Indonesia Timur yang terbuat dari tepung sagu. Makanan ini memiliki tekstur kenyal dan rasa yang tawar. Papeda biasanya disajikan dengan ikan kuah kuning atau ikan bakar.

Selain rasanya yang enak, papeda juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat makan papeda:

Baca Juga: Kisah Sumy Hastry, Ahli Forensik yang Sempat Didatangi Korban Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Lewat Mimpi

  • Memberikan energi

Papeda merupakan sumber karbohidrat yang baik. Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Oleh karena itu, makan papeda dapat membantu memberikan energi untuk beraktivitas sehari-hari.

  • Menjaga kesehatan pencernaan

Papeda mengandung serat yang tinggi. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Serat dapat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Papeda mengandung antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Antioksidan berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Baca Juga: Bertolak ke Jakarta, Nama Gibran Bakal Segera Diumumkan Sebagai Cawapres Prabowo?

  • Mencegah penyakit jantung

Papeda memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Memperkuat tulang

Papeda mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang. Kalsium berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.

  • Mengontrol tekanan darah

Papeda mengandung kalium yang dapat membantu mengontrol tekanan darah. Kalium berperan dalam mengeluarkan kelebihan natrium dari tubuh.

Meskipun memiliki banyak manfaat, papeda tetap harus dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Papeda mengandung kalori yang rendah, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Baca Juga: Bukan Soal Harta Melimpah, Ini 7 Tanda Anda Sudah Hidup Berkecukupan

Berikut adalah tips untuk menikmati papeda secara sehat:

  • Sajikan papeda dengan lauk yang sehat

Papeda biasanya disajikan dengan ikan kuah kuning atau ikan bakar. Pilihlah ikan yang rendah lemak untuk membuat lauk papeda yang lebih sehat.

  • Jangan menambahkan gula atau garam

Papeda memiliki rasa yang tawar. Jika ingin menambahkan rasa, gunakan rempah-rempah atau sayuran segar.

  • Jangan mengonsumsi papeda terlalu banyak

Papeda mengandung kalori yang rendah, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Dengan mengonsumsi papeda secara sehat, Anda dapat mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan.

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Umum16 Maret 2026, 16:54 WIB

PW GP Ansor Jateng Tegaskan Tak Ada Instruksi Aksi di KPK

Gus Shidqon menegaskan aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan KPK bukan agenda resmi organisasi.
 (Sumber: )
Umum16 Maret 2026, 15:29 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Kembali Digelar, Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah

, Bejo Jahe Merah untuk kelima kalinya turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Jawa Tengah.
Ribuan Pemudik Dapat Dukungan Bejo Jahe Merah. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis16 Maret 2026, 15:18 WIB

Lonjakan Kebutuhan Energi Saat Lebaran, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jateng–DIY

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Stok LPG 3Kg di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum16 Maret 2026, 15:09 WIB

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jateng Mulai Mei, Puncaknya Agustus

(BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah umumnya akan mulai berlangsung pada Mei 2026.
Prediksi kemarau di Jateng. (Sumber:  | Foto: dok BMKG.)
Semarang Raya14 Maret 2026, 20:42 WIB

Hiburan Ramadan dan Libur Lebaran, Atraksi Flying Trapeze Internasional Tampil di The Park Semarang

Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di area atrium mal the park semarang.
sirkus di The Park Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Bisnis11 Maret 2026, 13:53 WIB

Transaksi Digital Melesat, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen Jadi Rp8,9 Triliun

Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
Bank Mandiri. (Sumber: )
Umum05 Maret 2026, 11:00 WIB

AXA Mandiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim serta Berbagi Ilmu Literasi Keuangan dan Perlengkapan Sekolah

AXA Mandiri berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yapensos.
AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.

 (Sumber:  | Foto: dok.)
Semarang Raya03 Maret 2026, 13:39 WIB

SR Group Gelar Drone Show Spektakuler di Semarang, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang dan Jawa Tengah pada 17 Februari 2026.
Queen City Mall menghadirkan drone show pertama di Semarang. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:14 WIB

Musim Tanam di Depan Mata, Petani Tembakau Khawatir Regulasi Bunuh Keberlanjutan

Petani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap keberlanjutan usaha tani tembakau, terutama menjelang musim tanam yang akan segera dimulai.
Petani Tembakau. (Sumber:  | Foto: dok.)
Umum24 Februari 2026, 12:10 WIB

Perusahaan Nekat Telat Bayar THR 2026? Siap-Siap Kena Denda 5 Persen dan Sanksi Usaha!

THR Idul Fitri 1447 H wajib cair H-7. Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif.
Perusahaan yang menunda atau mencicil terancam denda 5 persen dan sanksi administratif (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)