Kabar Baik Ramadan 2026! Tiket Pesawat Diskon 18%, Bantuan Beras untuk 35 Juta Keluarga

Kabar Baik Jelang Ramadan 2026! Tiket Pesawat Diskon 18%, 35 Juta Keluarga Dapat Bantuan (Sumber: ChatGpt | Foto: illustrasi)

Pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyatakan kebijakan ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat, memperlancar arus mudik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6% pada kuartal pertama 2026.

Paket stimulus tidak hanya berupa Tunjangan Hari Raya (THR), tetapi mencakup diskon transportasi, bantuan pangan, subsidi pupuk, kompensasi energi, hingga investasi besar di desa dan sektor hilirisasi.

Berikut rincian lengkapnya:

Diskon Transportasi Mudik: Tiket Pesawat Turun hingga 18%

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp0,92–Rp0,95 triliun untuk menjaga keterjangkauan biaya transportasi selama periode mudik.

Rinciannya:

  • Pesawat kelas ekonomi: Diskon 17–18% melalui kebijakan PPN DTP 11%, pemotongan biaya bandara 50%, dan penurunan harga avtur.

  • Kereta api & kapal laut: Diskon tarif 30%.

  • Angkutan penyeberangan: Pembebasan tarif jasa kepelabuhanan hingga 100%.

Kebijakan ini diharapkan menjaga mobilitas masyarakat tetap tinggi tanpa membebani pengeluaran rumah tangga.

Bantuan Pangan untuk 35 Juta Keluarga

Pemerintah menyiapkan Rp14,09 triliun untuk perlindungan sosial selama Ramadan.

Sebanyak 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima:

  • 10 kg beras

  • 2 liter minyak goreng

Langkah ini ditujukan untuk meredam tekanan harga bahan pokok yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.

Investasi Rp90 Triliun ke Desa: 30.000 Koperasi Dibangun

Melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah menggelontorkan Rp90 triliun untuk membangun 30.000 koperasi desa.

Hingga Februari 2026:

  • 24.186 gerai dalam proses pembangunan

  • Target 30.000 gerai selesai Maret 2026

Program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, memperpendek rantai distribusi pangan, dan menggerakkan ekonomi desa.

Subsidi Pupuk dan Energi Dipercepat

Untuk menjaga stabilitas sektor produksi dan konsumsi:

  • Subsidi pupuk: Rp30 triliun

  • Kompensasi energi: Rp27 triliun

Dukungan ini ditujukan untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus kestabilan harga energi di tengah peningkatan aktivitas ekonomi Ramadan.

Infrastruktur dan Hilirisasi Digenjot

Selain stimulus konsumsi, pemerintah juga mempercepat belanja produktif:

  • Rp20 triliun untuk renovasi perumahan

  • Rp110 triliun untuk proyek hilirisasi strategis

Langkah ini disebut sebagai strategi ganda: menjaga konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat investasi.

Target: Pertumbuhan 6% di Kuartal I 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menegaskan seluruh kebijakan dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.

“Kita akan dorong pertumbuhan ekonomi ke arah 6% pada kuartal pertama 2026,” ujarnya.

Pemerintah memastikan seluruh stimulus tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian fiskal.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI