Milad ke 77 HMI Cabang Sukoharjo Gelar Kajian Strategis Sikapi Kondisi Demokrasi Nasional

Elsa Krismawati
Rabu 07 Februari 2024, 14:07 WIB
Kajian strategis HMI Cabang Sukoharjo (Sumber: INFOSEMARANG.COM  | Foto: Infosemarang.com )

Kajian strategis HMI Cabang Sukoharjo (Sumber: INFOSEMARANG.COM | Foto: Infosemarang.com )

INFOSEMARANG.COM- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukoharjo merayakan milad ke 77 tahun.

Pada Milad HMI ke 77 ini, HMI Cabang Sukoharjo menggelar Kajian Strategis bertema Menyelamatkan Demokrasi Indonesia.

Ketua Umum HMI Cabang Sukoharjo, Fierdha Abdullah Ali menjelaskan bahwa dalam momen milad ini HMI mensikapi kondisi nasional.

Baca Juga: Manjakan Nasabah Jelang Imlek, Bank Mandiri Tebar Berbagai Promo dan Diskon

Menurut Ali, kondisi demokrasi nasional di Indonesia jelang Pemilu 2024 sedang tidak kondusif.

"Mulai dari pelanggaran etik ketua MK, keputusan perubahan syarat usia capres cawapres, hingga ketua KPU RI yang juga sudah ditetapkan bersalah," ungkap Ali saat di temui dalam kegiatan 'Kajian Strategis Menyelamatkan Demokrasi Indonesia' pada Senin 5 Februari 2024.

Ali menegaskan bahwa dalam konstelasi menjelang pemilu ini mahasiswa, khususnya HMI tetap independen.

Baca Juga: Menikmati Keindahan 5000 Lampion dan Pesta Kembang Api Tahun Baru Imlek 2024 di Solo

"Terlibatnya HMI dalam Pemilu ini adalah untuk menjaga marwah demokrasi bukan soal memihak paslon atau partai tertentu," lanjutnya.

Menurutnya, kegiatan kajian ini untuk memberikan wawasan bagi generasi muda bahwa sejarah adalah hal penting dalam sistem demokrasi.

"Dalam politik setiap orang bisa berubah kapan saja, maka kita harus tau sejarah para aktornya supaya tidak mudah terbujuk iming-iming atau framing," ungkap Ali.

Baca Juga: Setelah Semarang, Desak Anies Terakhir Diadakan di Surabaya, Begini Cara Daftarnya!

Ali menyebut lebih lanjut bahwa HMI memiliki komitmen terhadap keislaman dan keindonesiaan.

"Komintmen asasi HMI adalah keislaman dan keindonesiaan sehingga kami akan selalu mengawal segala proses demokrasi Indonesia," pungkasnya.

Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Solo juga mendapat sorotan usai banyak kampus memberikan maklumat kritik terhadap Jokowi.

Baca Juga: Viral Pantai Sigandu-Ujungnegoro Menghitam, Diduga karena Limbah Bawaan Aliran Kali Sono Batang

Sebagai informasi pemilu 2024 akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024.***

Follow Berita Info Semarang di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Bisnis03 Agustus 2026, 21:04 WIB

Hadir di Gringsing, LAARYA SKIN Clinic Siap Berikan Layanan Kecantikan Profesional bagi Masyarakat

LAARYA SKIN Clinic yang berlokasi di Jalan Plelen, Kecamatan Gringsing, Batang resmi dibuka dan mulai beroperasi.
Pembukaan LAARYA SKIN Clinic yang berlokasi di Jalan Plelen, Kecamatan Gringsing, Batang.

 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum03 Agustus 2026, 16:23 WIB

Perkara Waris Rumah di Pringgading Semarang, Bukti-bukti Baru Tergugat Dihadirkan

Perkara sidang perdata mengenai harta warisan rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, yang ditinggalkan mendiang pasangan Bintoro Wijaya dan Retna Dewi memasuki babak baru.
Imanuel Alvares, kuasa hukum tergugat memberikan keterangan, di Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 17:28 WIB

Jawa Tengah Diruwat, Imbas 5 Bupati Kena OTT KPK

Masyarakat dari Aliansi Rakyat Jawa Tengah Peduli Anti Korupsi, melakukan ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang, Kamis, 30 Juli 2026. 
Ruwatan dan doa bersama di halaman Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.
Umum30 Juli 2026, 16:49 WIB

Eks DPR RI Riyanta Serukan ‘Bersih-bersih’ Indonesia Mulai dari Aparatnya

Anggota DPR RI periode 2021-2024 Riyanta, mengatakan, upaya bersih-bersih Indonesia dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) harus dimulai dari aparat penegak hukum (APH)-nya.
Mantan anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, di Kawasan Kota Lama Semarang, belum lama ini. (Dok) (Sumber: )
Umum30 Juli 2026, 08:59 WIB

Penyidikan Kasus Investasi Bodong Banyumas Ungkap Dugaan Korban Didorong Ajukan Kredit Bank

Berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah pihak, tersangka diduga mendorong sebagian korban untuk terus menambah dana investasi, termasuk dengan mengajukan kredit ke sejumlah bank.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum28 Juli 2026, 16:48 WIB

3 Kali Sidang Perkara Warisan Rumah di Semarang Ditunda, Dinilai tak Adil Bagi Tergugat

Sidang perkara sengketa hak waris atas sebidang rumah di Jalan Pringgading Nomor 70, Kota Semarang, ditunda untuk ketiga kalinya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Kuasa hukum salah satu tergugat, Imanuel Alvares. (Foto: Diaz A Abidin) (Sumber: )
Bisnis24 Juli 2026, 06:20 WIB

Aset Tumbuh Capai Rp186 Triliun, Pegadaian Libatkan Kepolisian untuk Pengamanan

Aset PT Pegadaian (Persero) kian bertumbuh mencapai Rp186 triliun, ditambah outstanding loan sebesar Rp155 triliun pada saat ini. Selain itu masih terdapat aset-aset fisik yang dimiliki.
Penandatangan kerja sama antara PT Pegadaian dan Polri, di Hotel Aruss, Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. (Dok) (Sumber: )
Umum23 Juli 2026, 12:30 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga "mengintimidasi" secara psikis para korbannya.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)
Umum09 Juli 2026, 09:07 WIB

Layanan Operasional Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dan layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto tetap berjalan normal.
 (Sumber: )
Umum08 Juli 2026, 18:26 WIB

Penipuan Investasi Bodong Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka

OJK berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi di Purwokerto.
Tim Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen saat mendatangi Polresta Banyumas.
 (Sumber:  | Foto: Dok.)